More

    Kepatuhan Sosial di Era New Normal

    LENTERA ACEH – Publik sudah tahu, Pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir, lebih spesifik di Provinsi Aceh malah mengalami peningkatan jumlah kasus yang terjadi. Data Covid-19 Aceh pada tanggal 02 juli 2020, secara akumulatif menjadi 86 orang. Sebanyak 52 orang masih dalam penanganan tim medis dirumah sakit rujukan, 31 pasien telah dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia. Covid-19 telah menginfeksi segala usia masyarakat Aceh, baik usia dewasa, remaja, balita hingga bayi. Bahkan tenaga medis pun tak luput dari serangan virus corona (http://dinkes.acehprov.go.id).


    Kondisi ini memberikan isyarat kepada kita semua bahwa Covid-19 dapat menginfeksi siapa saja tanpa mempertimbangkan status sosial, profesi dan usia. Sebagai warga negara yang baik, sudah menjadi keharusan untuk selalu mentaati instruksi dan himbauan dari pemerintah.
    Manusia sebagai makhluk individu, juga merupakan makhluk sosial yang hidup berkelompok saling membutuhkan satu sama lain. Sebagai makhluk sosial maka manusia memerlukan interaksi dengan manusia lain. Mereka melakukan aktivitas secara bersama-sama dalam suatu ruang sosial. Interaksi sosial biasanya berlangsung di ruang-ruang publik yang mudah diakses oleh siapapun. Namun selama proses interaksi sosial berlangsung, manusia tetap mempertahankan identitas mereka sebagai makhluk individu (Hantono & Pramitasari, 2018).


    Kajian psikologi sosial menjabarkan secara mendalam bagaimana dan mengapa individu berperilaku, berpikir dan memiliki perasaan tertentu dalam kontek situasi sosial. Situasi sosial yang dimaksud adalah kehadiran orang lain secara nyata maupun secara imajinasi. Psikologi sosial sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha memahami asal usul dan sebab-akibat terjadianya perilaku dan pemikiran individual dalam kontek situasi sosial (Baron dan Byrne, 2003). Banyak faktor dan kondisi yang membentuk perilaku sosial dan pemikiran sosial, seperti faktor-faktor sosial, kognitif, lingkungan, budaya dan biologis.


    Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi tatanan peradaban manusia yang sudah terbangun selama ini. Diantaranya dapat terlihat pada sektor kesehatan, pendidikan, industri, parawisata, tenaga kerja dan keagamaan. Bahkan, virus corona mampu merubah tatanan budaya pola interaksi dan situasi sosial di masyarakat, seperti menjaga jarak, tidak bersalaman, tidak melangsungkan acara yang mengundang keramaian, tekanan sosial dan stigma negatif. Dampak psikologis juga dirasakan oleh setiap individu, keadaan ini sangat terlihat dari emosi dan perilaku yang muncul seperti cemas, gelisah, jenuh, stres dan sebagainya.


    New Normal
    Upaya preventif dapat dilakukan oleh siapapun untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19. Sekurang-kurangnya kita membiasakan diri untuk memakai masker, mencuci tangan pakai sabun (hand sanitanizer), menjaga jarak (social distancing), menjauhi keramaian dan menghindari berpergian ke luar daerah, terutama daerah-daerah yang sudah dinyatakan sebagai zona merah. Jika himbauan dan panduan protokol kesehatan belum sepenuhnya dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Penyebaran dan penularan Covid-19 tidak dapat dibendung, bahkan menjalar lebih banyak dan berkontribusi dalam meningkatkan jumlah kasus yang sudah ada. Kesadaran untuk patuh terhadap himbauan dan instruksi pemerintah menjadi keniscayaan dalam memutuskan mata rantai penyebaran virus corona.


    Pada kenyataannya, masyarakat kita belum begitu taat menerapkan himbauan dan instruksi pemerintah. Bahkan ada orang-orang yang menganggap remeh dan mengabaikan, keadaan ini dipengaruhi oleh mental, karakter, tingkat pendidikan, pekerjaan dan lingkungan tempat tinggal. Banyak tempat usaha atau ruang publik yang menerapkan protokol kesehatan setengah hati dan para pengunjungpun sering mengabaikannya. Terkecuali disaat ada petugas atau razia berlangsung. Sudah selayaknya kita menghilangkan stigma negatif terhadap orang Aceh yang terkesan “tungang dan batat”.


    Mewujudkan tatanan kehidupan baru diberbagai lapisan masyarakat dengan strata sosial yang berbeda, bukanlah perkara mudah. Diperlukan inisiatif, gebrakan, rekayasa sosial dan kepatuhan menyonsong tatanan kehidupan baru. Kepatuhan sosial menjadi kunci utama dalam menata kehidupan baru, taat pada protokol kesehatan diberbagai aktivitas ekonomi masyarakat dan mampu beradaptasi selama pandemi covid-19 belum berakhir. Otoritas pemangku kebijakan juga dituntut konsisten memberlakuan protokol kesehatan di berbagai sektor dengan cara-cara persuasif dan humanis, sehingga kesadaran patuh terhadap himbauan dan peraturan lebih meningkat.
    Kepatuhan Sosial

    Kehidupan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, pada dasarnya tidak dapat memisahkan diri dari pengaruh sosial (sosial influence). Pengaruh sosial merupakan usaha yang dilakukan seseorang atau lebih untuk mengubah sikap, belief, persepsi, atau tingkah laku dari orang lain. Dalam perspektif psikologi sosial, Baron dan Byrne (2003) menjelaskan tiga bentuk dari pengaruh sosial (sosial influence) yaitu konformitas (conformity), kesepakatan (compliance) dan kepatuhan (obedience).


    Pertama, konformitas merupakan suatu bentuk pengaruh sosial dimana individu mengubah sikap dan tingkah lakunya agar sesuai dengan norma sosial yang ada atau dapat diterima oleh masyarakat. Konformitas menjadi salah satu bentuk kepatuhan sosial yang dapat diterapkan dikalangan masyarakat, agar kesadaran kolektif meningkat dalam mematuhi dan mentaati protokol kesehatan di saat pandemi Covid-19 masih terjadi. Ruang-ruang publik harus dapat dipastikan pada pengelolanya untuk menerapkan panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 secara terintegrasi. Disamping itu, diperlukan penegakan norma-norma yang berlaku secara tegas dan berkeadilan oleh pihak yang berwenang. Serta dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, agar usaha yang dilakukan dapat berlangsung efektif dan efisien.
    Kedua, kesepakatan yaitu suatu bentuk pengaruh sosial yang meliputi permintaan langsung dari seseorang kepada orang lain. Bentuk kepatuhan ini dapat dilakukan dengan cara melibatkan para ulama, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan ormas/okp/organisasi profesi. Mendayagunakan figure tokoh tersebut, membawa pengaruh positif kepada masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan sosial.


    Ketiga, kepatuhan adalah suatu bentuk pengaruh sosial dimana seseorang hanya perlu memerintahkan satu orang atau lebih untuk melakukan satu atau beberapa tindakan. Bentuk kepatuhan ini cenderung ekstrem, karena seseorang akan taat dan patuh bila ada orang lain dan bukan dari kesadarannya sendiri. Pada level ini individu berperilaku sepenuhnya berada pada yang memiliki kekuasaan. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapakan di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur merupakan salah satu contoh kongkrit dari bentuk kepatuhan (obedience).


    Mencermati meningkatnya kasus Covid -19 di Aceh akhir-akhir ini, sudah selayak Pemerintah Aceh melakukan rekayasa sosial untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat serta menghindari terjadinya pelonjakan kasus, demi menyelamatkan masyarakat Aceh. Pada waktu bersamaan, masyarakat juga dituntut untuk meningkatkan perilaku patuh dan sadar terhadap himbauan dan kebijakan pemerintah. Semoga kepatuhan sosial di Aceh semakin meningkat dan dapat menekan penyebaran covid-19 tanpa harus menerapkan PSBB di Aceh.

    Penulis,
    HAMDANI, ST., M.Si (hamdanipsi@gmail.com)
    Alumni FPsi Universitas Indonesia;
    Anggota FAMe Chapter Aceh Jaya.

    Isi Komentar Anda

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    iklan

    - Advertisement -
    - Advertisement -
    - Advertisement -

    TERKINI

    Dua Kurir Narkoba Berstatus Mahasiswi Diringkus Polisi

    Banda Aceh - Satresnarkoba Polresta Banda Aceh meringkus dua kurir Narkotika jenis sabu berinisial IN (23) dan ZH (23), tercatat sebagai warga...

    Bimtek ESQ Tahap II Dibuka Bupati Bireuen

    Banda Aceh - Bimbingan Teknis (Bimtek) ESQ bertaraf Nasional tahap ke II yang diikuti ratusan Keuchik se-kabupaten Bireuen dibuka langsung Bupati Bireuen,...

    Ramu 3 Potensi Individual, ESQ LC Bimbing Ratusan Keuchik dan Peutuha Tuha Peut

    Banda Aceh - Bimbingan Teknis (Bimtek) ESQ bertaraf Nasional di Hotel Permata Hati Banda Aceh diikuti Ratusan Keuchik dan Peutuha Peut Gampong...

    LSM APD Gelar Pelatihan TTG dan Pembuatan Pakan Ternak Alternatif

    LENTERA ACEH - Penggunaan teknologi tepat guna (TTG) secara optimal diyakini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu juga memberikan nilai tambah produk,...

    Bank Aceh Syariah Bireuen Gelar Workshop Pemberdayaan Ekonomi Digital bersama KGPB

    Bireuen - PT Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen bekerjasama dengan Komunitas Gerakan Penulis Bireuen (KGPB) yang diketuai Rizki Dasilva menggelar workshop, di Resto...

    SMKN 1 Bandar Dua Membagikan Ribuan Masker dan Poster Covid-19

    Pidie Jaya - Mensukseskan program Gerakan Sejuta Masker (GEMA), Tim pencegahan Covid-19 Sekolah dan Siswa/i Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bandar...

    Pemkab Pidie Jaya Serahkan Ambulance untuk 3 Puskesmas

    LENTERA ACEH - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyerahkan tiga Ambulance untuk tiga Puskesmas dalam kabupaten setempat, Jum’at (28/8/2020).Ambulance yang masing-masing diperuntukkan kepada...

    TERPOPULER

    Ini Dia Sosok Menteri Termiskin di Indonesia Karena Terlalu Jujur

    LENTERA ACEH - KETIKA sedang takjub menyaksikan ada beberapa (tidak semua) pihak yang tega menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan untuk mengeruk harta benda bagi diri...

    Gerebek Rumah Koruptor, Polisi Temukan Uang Rp 525 Triliun dan Ratusan Ton Emas Batangan, Ini Tempat Persembunyiannya!

    LENTERA ACEH - Masalah korupsi sepertinya sudah menjadi hal yang tidak ditutup-tutupi lagi, baik di Indonesia atau pun di luar negeri. 'Kegiatan' yang satu ini...

    Terkendala Biaya, Afika anak Miskin Luka Bakar di Kecamatan Ulim Harapkan Uluran Tangan Dermawan

    LENTERA ACEH - Seorang anak di Gampong Blang Rheu Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya tergeletak kesakitan di Rumah orang tuanya akibat luka bakar yang...

    Gegara Menanam 50 Batang Ganja di Kebun Cabai, Seorang Oknum PNS di Pidie Jaya Diamankan Polisi

    LENTERA ACEH - Salah seorang orang oknum PNS di Kabupaten Pidie Jaya diamankan Polsek Bandar Baru gegara menanam 50 batang tanaman ganja di kebun...

    Dianggap Janggal, Mahasiswa Minta Bupati Pidie Jaya Transparan Terkait Anggaran Covid-19

    LENTERA ACEH - Aktivis Mahasiswa Universitas Malikul Saleh (Unimal) Edi Fakrurradi , menganggap ada kejanggalan terkait upaya Pemerintah Daerah Pidie Jaya dalam Pengadaan 35...

    Surat Edaran Direktur RSUD dr. Fauziah : Tenaga Kontrak/Honorer Yang Tidak Masuk Dinas Akan Dikeluarkan

    LENTERA ACEH - Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar MARS,. mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh tenaga kontrak/honorer rumah sakit milik pemwrintah...

    Anggota DPR RI Asal Aceh Apresiasi Bupati Pidie Atas Penemuan Pupuk Organik Yang Tidak Mengandung Racun

    LENTERA ACEH - Anggota DPR RI asal Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal mengunjungi Kabupaten Pidie hari Selasa (3/3/2020) Saat ditemui Wartawan Lentera Aceh di ruang...

    Polisi dan Jaksa Segera Usut dan Periksa Selisih Uang Sembako Rp. 14.5 M di GTPP Covid-19 Sumut

    LENTERA ACEH – Terbongkarnya selisih jumlah anggaran pengadaan sembako senilai Rp 14,5 miliar di Sumatera Utara, harus segera diusut penegak hukum (Polri dan atau...

    Begini Cara Bupati Cantik Menangani Bantuan Pandemi Covid-19

    LENTERA ACEH - Cantik, muda, menarik dan energik, Kristine Paruntu Bupati Minahasa Selatan ( MINSEL ) Punya Uraian Penjelasan Detail Mengenai Sumber dana untuk...

    Presiden Jokowi dan Ibu Negara Kunjungi Aceh, Ini Agendanya

    LENTERA ACEH – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Aceh, pada Jumat (21/02) hiingga Sabtu (22/02) ke Kabupaten Bireun. Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan, Presiden...